Malam Tirakatan Desa Torongrejo: Momentum Refleksi Kemerdekaan dan Kebersamaan Warga

  • Aug 16, 2025
  • dimas hamdan

Torongrejo - Malam Tirakatan Desa Torongrejo digelar pada Sabtu malam, 16 Agustus 2025 di Balai Desa Torongrejo sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para ketua RT dan RW se-Dusun Krajan, perangkat desa, Linmas, serta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Torongrejo.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan tahlil dan istighosah bersama untuk mendoakan para pahlawan bangsa serta para sesepuh desa yang telah berjasa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari PJ Kepala Desa Torongrejo, Bapak Takim, dan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdullah Tohir, Ketua MUI Kota Batu.

Dalam sambutannya, PJ Kepala Desa Torongrejo mengajak masyarakat untuk merefleksikan makna kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan, bukan hadiah. Beliau menekankan pentingnya meningkatkan kontribusi warga bagi pembangunan desa, khususnya dalam hal kesejahteraan dan pendapatan asli desa. Tak lupa, beliau mengingatkan agar doa senantiasa dipanjatkan kepada para pahlawan dan leluhur. Menjelang pelaksanaan karnaval desa pada 28 Agustus, Bapak Takim juga menyampaikan aturan terkait penggunaan sound system dan menekankan pentingnya menaati kesepakatan bersama. Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa menjaga negeri ini adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk dalam hal pengelolaan sampah yang harus dimulai dari rumah tangga. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, dan menutup sambutan dengan doa agar warga Desa Torongrejo selalu dalam lindungan Tuhan dan senantiasa mendapat keberkahan.

Sementara itu, KH. Abdullah Tohir dalam mauidhoh hasanah menekankan pentingnya rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah berusia 80 tahun. Beliau mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah hasil pengorbanan besar para pahlawan, sehingga generasi penerus wajib mengisinya dengan hal-hal positif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Beliau juga menjelaskan makna kemenangan dalam Islam yang harus disikapi dengan memuji Allah, memperbanyak istighfar, serta menyadari bahwa segala sesuatu adalah rahmat-Nya. Selain itu, usaha dan doa disebut sebagai kunci utama untuk memperoleh rezeki yang berkah. Menyentuh isu lokal, KH. Abdullah Tohir menegaskan kembali fatwa haram MUI Jawa Timur terkait penggunaan sound horeg dalam karnaval, yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.

Acara Malam Tirakatan berlangsung penuh khidmat, menghadirkan suasana kebersamaan dan refleksi. Selain menjadi ajang untuk mendoakan para pahlawan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan, kebersihan lingkungan, serta membangun sumber daya manusia demi masa depan Desa Torongrejo dan bangsa Indonesia.